Pancasila, “Isme-Isme”, dan Gerakan Pencerahan Oleh Prof. Dr. Armada Riyanto

Pancasila dan “Isme-Isme”

Percakapan tentang “isme-isme” saat ini terasa hambar dan tidak ada rasanya. “Ismeisme” selalu memiliki bingkai pembicaraan tentang “ideologi”. Era saat ini – sejak runtuhnya Tembok Berlin – merupakan era kematian ideologis. Maksudnya, bila saat ini penguasa atau tiran mengusung “ideologi” (seperti komunisme atau yang bertentangan dengan itu), penguasa tersebut atau konsep kekuasaannya kerap diidentikkan dengan “absurditas” dan kegilaan. Dari sebab itu apabila kita ingin menelaah Pancasila dalam kaitannya dengan “isme-isme” kita harus selalu kembali ke kepada sejarah pemikiran.

Dalam filsafat “ideologi” berarti sebuah sistem “ide”, suatu “Weltanchauung” (Jerman), yang identik dengan rasionalitas itu sendiri. Dalam filosof Plato, terminologi “idea” dan “logos” memiliki makna yang mendalam. “Idea” bukanlah gambaran pengertian yang ada dalam akal budi. “Logos” juga bukan sebuah ilmu seperti layaknya ilmu fisika atau matematika. Ideologi mencakup keseluruhan dari apa yang disebut rasionalitas. Descartes memiliki konsep yang mengaitkan rasionalitas dengan kesadaran. Aku berpikir (rasionalitas) berarti aku menyadari acheter viagra tunisie. Artinya, berpikir itu bukan lain kecuali memiliki kesadaran akan realitas, akan dunia, akan hidupnya, akan eksistensi dirinya.

Unduh makalah lengkap Pancasila, “Isme-Isme”, dan Gerakan Pencerahan Oleh Prof. Dr. Armada Riyanto